Jenis-jenis Keju Yang Sayang Jika Dilewatkan
16 Jan/2020

Jenis-jenis Keju Yang Sayang Jika Dilewatkan

Jika mendengar keju, pasti akan teringat olahan yang berbahan dasar susu. Keju merupakan olahan yang bisa digunakan untuk menambah rasa nikmatdan gurih ada makanan. Keju yang terkenal di Indonesia adalah jenis keju chedar yang biasanya digunakan untuk menambah rasa gurih pada burger atau sandwich. Namun, tahukan Anda bahwa keju memiliki beragam jenis? Berikut ini jenis keju yang populer di dunia.

1. Keju Emmental

Berbeda dengan keju lainnya, keju emmental ini memiliki tekstur yang berlubang. Semakin tua usia keju emmertal, maka semakin besar diameter lubang yang ada pada keju tersebut. Keju emmental memiliki tekstur yang lembut dan rasanya yang tidak terlalu gurih. Cocok dimakan secara langsung atau bisa dibuat sebagai isian dari burger. 

2. Keju Raclette

Keju raclette memiliki tekstur keras dan harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum disajikan. Keju ini mulai populer di Indonesia sejak adanya menu steak yang berlumurkan keju raclette, yang membuat rasa gurih pada steak semakin bertambah.

Keju raclette ini berasal dari Swiss. Selain diolah menjadi toping steak, keju raclette juga sering diolah dengan cara dipanggang atau disajikan sebagai fondue. Proses penyajian keju raclette juga cukup menarik, keju tersebut akan dipanaskan terlebih dahulu sebelum dituangkan menjadi toping steak.

3. Keju edam

Keju edam merupakan keju yang berasal dari Belanda. Keju ini memiliki tampilan yang diluarnya dilapisi lilin berwarna kemerahan. Keju edam memiliki rasa yang gurih seperti kacang, dengan rasa yang nikmat ini, keju edam biasa disajikan sebagai toping kue kering. 

Keju edam memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dari keju yang lainnya. Kandunagn lemak yang ada pada keju edam memiliki kadar 25% dan karena itu, bau dari keju edam tidak begitu menyengat.

4. Keju Parmesan

Keju yang berasal dari Italia ini memiliki tekstur yang keras dan beraroma sangat kuat. Aroma yang dihasilkan oleh keju parmesan ini dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama. Proses pembuatan keju parmesan ini memakan waktu hingga dua tahun sebelum siap untuk disajikan.

Di negara asalnya, keju parmesan ini biasa disajikan sebagai toping sup, pizza, hingga pasta. Namun di Indonesia sendiri, keju parmesan ini biasa disajikan sebagai toping roti kering. Proses pembuatan yang cukup lama menjadikan harga jual keju parmesan memiliki harga yang cukup mahal.

5. Keju Mozarella

Keju mozarella saat ini menjadi hidangan yang ssangat populer di Indonesia. Keju yang terbuat dari olahan susu sapi ini memiliki tekstur yang lembut dan mudah leleh ketika dipanaskan. Keju ini biasa disajikan sebagai toping pizza karena sifatnya yang mudah leleh pada saat terkena panas.

Keju ini memiliki rasa yang tidak terlalu asin sehingga memiliki bau yang tidak begitu menyengat. Ketika Anda menyentuh keju mozarella, tekstur berair dan kelembutannya seperti memegang tahu. Dengan sifatnya yang mudah meleleh, keju mozarella sangat cocok dihidangkan pada makanan yang hangat. Ketika keju diparut dan ditaruh pada atas makanan yang hangat, keju mozarella akan langsung meleleh dan menjadi lengket serta menambah rasa nikmat pada makanan tersebut. 

Artikel Lainnya

Berkunjung ke Masjid Terbesar di Eropa

Berkunjung ke Masjid Terbesar di Eropa

Berlibur memang menjadi hal yang paling menyenangkan, apalagi jika ditemani dengan orang-orang terci...

Ragam kuliner pulau Madura

Ragam kuliner pulau Madura

Siapa yang tidak pernah mendengar pulau Madura? Yup, Madura sangatlah dekat dengan Jawa Timur ini me...

Penyakit Yang Sering Melanda Ketika Banjir

Penyakit Yang Sering Melanda Ketika Banjir

Musim penghujan telah tiba, banyak yang menunggunya karena akan menyuburkan tanaman di perkebunan. N...

Manfaat Minyak Zaitun Bagi Kecantikan

Manfaat Minyak Zaitun Bagi Kecantikan

Memiliki wajah cantik dan halus bak model menjadi banyak impian bagi para kaum hawa. Banyak yang rel...